DAPOER YASPIA; WUJUD KURIKULUM BERBASIS INDUSTRI
Menurut Ma'ruf, dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Vokasi untuk Ekonomi Kreatif: Strategi, Inovasi, dan Transformasi, menjelaskan bahwa kolaborasi antar sekolah vokasi dan industri kreatif sangat penting dalam memastikan lulusan siap kerja dan memiliki keterampilan yang sesuai dengan tren industri (Ma'ruf, 2025).
Salah satu program kolaborasi di atas yaitu adanya Teaching Factory pada sekolah vokasi. Teaching Factory yaitu beroperasinya sekolah vokasi seperti halnya perusahaan, dan sekolah vokasi menghasilkan produk atau jasa yang dapat dijual.
Berkaitan dengan hal tersebut, di daerah Ciganjur-Jagakarsa-Jakarta Selatan, terdapat sekolah vokasi yaitu SMK Yaspia. SMK Yaspia merupakan sekolah kejuruan yang mulai menunjukkan eksistensinya pada dua konsentrasi keahlian, diantaranya yaitu konsentrasi keahlian perhotelan dan kuliner.
SMK Yaspia membuat terobosan baru dengan mewujudkan kurikulum berbasis industri di lingkungan sekolah, yaitu dengan melahirkan sebuah cafe yang dinamakan dengan Dapoer Yaspia. Adanya dapoer yaspia ini merupakan bentuk dari teaching factory yang harus dimiliki oleh sekolah vokasi.
Dapoer Yaspia berdiri pada awal tahun 2024, tepatnya di bulan Januari. Usaha ini mulai aktif dalam kegiatan transaksi, pelayanan, dan produksi pada bulan Juni 2024. Sejak saat itu, Dapoer Yaspia terus berkembang dan menghadirkan berbagai menu andalan. Untuk minuman ada kopi aren, untuk makanan berat ada mie nyemek, dan dari pastry ada mexican bread yang menjadi favorit banyak pelanggan (Fatimah, 2025).

Berdasarkan informasi dari salah satu guru kuliner SMK Yaspia, Ibu Fatimah Nur Hanifah Nasution, bahwa Dapoer Yaspia dibentuk oleh empat orang pendiri. Diantaranya yaitu Bapak Ade Supriyatna, Bapak Yudi, Bapak Wisnu Nugroho dan Ibu Elmie.
Awalnya, Dapoer Yaspia hanya menjual roti untuk para siswa di sekolah. Namun, seiring waktu, usaha ini berkembang menjadi sebuah kafe yang dibuka untuk umum. Selain sebagai tempat makan, Dapoer Yaspia juga dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan sekolah kepada masyarakat luas lewat kegiatan kewirausahaan yang menarik.
Untuk membuat menu baru, Dapoer Yaspia punya sistem yang disebut brainstorming. Kegiatan ini dihadiri oleh para penangung jawab Dapoer Yaspia. Diantaranya yaitu Bapak Ilham selaku penanggungjawab sponsor dan promosi, bagian makanan ada Bapak Ade dan Ibu Roza, di bagian minuman ada Ibu Fatimah, Ibu Ellda dan Ibu Lina. Kegiatan brainstorming ini bertujuan untuk membahas ide menu, resep baru, dan juga strategi promosi. Salah satu cara promosi yang pernah direncanakan adalah bekerja sama dengan para influencer supaya nama Dapoer Yaspia bisa lebih dikenal banyak orang.

Selain itu, Dapoer Yaspia juga punya peran penting dalam pembelajaran di sekolah, terutama melalui kegiatan Business Center (BC). Dengan adanya BC, siswa bisa belajar secara langsung dengan pelanggan, menawarkan produk dan melakukan pemasaran. Kegiatan ini juga melatih keterampilan anak-anak jurusan kuliner supaya mereka terbiasa dengan dunia kerja. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ade, “Supaya mereka juga terbiasa dengan lingkup industri seperti apa, dan ketika mereka sudah masuk industri maka sudah siap.”
Dalam menghadapi pelanggan, Dapoer Yaspia juga cukup bijak. Menurut Bapak Ade, setiap usaha pasti akan mendapat pujian dan juga komplain dari pelanggan. “Yang namanya kita buka usaha atau cafe yang masih terbilang biasa saja, pasti akan ada komplain atau masukan dan lainnya, jadi hal-hal seperti itu sudah biasa. Kalau memang ada komplain atau masukan, itu kami jadikan bahan evaluasi dan pembelajaran,” ujar Bapak Ade.
Dengan terus berinovasi dan memperbaiki diri, Dapoer Yaspia kini tidak hanya dikenal sebagai tempat kuliner yang enak dan terjangkau, tapi juga sebagai tempat belajar bagi siswa untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan jiwa wirausaha, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Sumber referensi:
Ma'ruf Jasman J., 2025. Pendidikan Vokasi untuk Ekonomi Kreatif: Strategi, Inovasi, dan Transformasi, USK Press, Aceh.
Pewarta : M. Aqil Fadhlurrahman.
Fotografer : Luwesayu
Editor : Qothrun Nada.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ISU GENDER DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Gender Society True The Eyes of Islam)
Oleh : dr. Nafisa Tahira Seksualitas bukanlah hal yang tabu. Seksualitas merupakan pembahasan yang umum terjadi. Namun, pembahasan tersebut tidak untuk bahan candaan atau guyonan. Be
Ukur Kognitif Siswa melalui Kegiatan ASASG
Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil (ASASG) merupakan salah satu metode evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang ada pada sebuah lembaga pendidikan. SMK Yaspia m
Kolaborasi Tim Rohis dan Tim Pembinaan dalam Menciptakan Masjid yang Bersih dan Rapi
Dalam upaya menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam beribadah, para murid diamanatkan untuk membersihkan area masjid yang dilaksanakan pada setiap hari Jum'at. Kegiatan rutin in
Pemilihan Ketua OSIS dan Rohis SMK Yaspia 2025 Digelar secara Online
OSIS merupakan organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah OSIS berperan sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, selain latihan kepemimpinan, extra kul
SMK YASPIA GELAR AKSI DEBAT PEMILIHAN KETUA OSIS DAN ROHIS TAHUN 2025-2026
Debat Kandidat Ketua OSIS dan ROHIS SMK Yaspia Tahun 2025–2026 berlan
Semarak Bulan Bahasa
Tampak berbeda dari biasanya, SMK Yaspia penuh dengan semarak para siswa. Tepat pada tanggal 20-21 Oktober 2025, SMK YASPIA mengadakan lomba bulan bahasa. Menurut salah satu gu
TIM PUBLIC AREA; CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH, RAPIH DAN INDAH DI SMK YASPIA
Lingkungan dan diri yang bersih merupakan salah satu bentuk iman seseorang. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda at thahuuru syathrul iimaan. Bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. T
LAUNDRY SMK YASPIA: PRAKTIK NYATA PEMBELAJARAN BERBASIS ENTREPRENEURSHIP
SMK Yaspia merupakan salah satu sekolah kejuruan yang berkomitmen untuk membekali siswanya dengan keterampilan praktis yang bermanfaat di dunia kerja. Salah satu bentuk penerapannya ada
KOMPETISI KOKI MUDA KOEPOE KOEPOE
Menurut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, bahwa kuliner merupakan tiga subsektor unggulan yang memberi dampak ekonomi kreatif signifikan di Indonesia. Oleh sebab itu, K
EUFORIA KEMERDEKAAN DI YASPIA
Beberapa hari lalu, Indonesia memasuki usia ke-80 sejak kemerdekaan pertamanya pada tanggal 17 Agustus 1945. Semangat kemerdekaan dan gelora merah putih kembali membara di seluruh penju
