indonesia.travel
  • SMK YASPIA JAKARTA
  • SMK PUSAT KEUNGGULAN

Gerakan Biopori SMK Yaspia: Kecil Langkahnya, Besar Manfaatnya untuk Bumi yang Indah

Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Dr. Kamir R. Brata dari IPB, yang memadukan fungsi resapan air dengan pengelolaan sampah organik. Secara teknis, lubang silindris berdiameter 10-30cm dengan kedalaman sekitar 80-100 cm yang diisi dengan sampah organik (Alatas, 2025). 

Biopori merupakan teknik pengelolaan tanah berbasis lubang resapan yang berfungsi untuk meningkatkan infiltrasi air kedalam tanah dan mengurangi genangan air. Resapan biopori merupakan terknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir yaitu dengan meningkatkan daya resap tanah pada air sehingga mengurangi limpasan permukaan dan genangan air yang meresap ke dalam tanah dapat meningkatkan kuantitas air dalam tanah sehingga kebutuhan air akan tetap terpenuhi meskipun sedang musim kemarau (Ichisan, 2018).

Teknologi biopori merupakan metode ramah lingkungan yang membantu dalam pengelolaan air dan sampah organik secara alami. Biopori bekerja bedasarkan prinsip pemanfaatan aktivitas biologi dalam tanah. Lubang biopori memungkinkan masuknya air hujan ke dalam tanah dan mengurangi resiko banjir. Selain itu, lubang ini juga berfungsi sebagai tempat pembuatan kompos alami dari sampah organik yang dimasukan ke dalamnya. Proses ini melibatkan organisme tanah seperti cacing, serangga, dan mikroorganisme yang membantu mempercepat dekomposisi sampah organik (Alatas, dkk, 2025).

Biopori bukan sekadar lubang penampung, melainkan pembentukan jaringan pori mikro secara alami. Dengan memasukkan sampah organik ke dalamnya, kita memancing organisme tanah untuk bekerja menguraikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos tanpa membutuhkan bantuan bahan kimia.

Menurut Alatas, jenis biopori terbagi menjadi tiga. Diantaranya yaitu biopori resapan air, biopori pengomposan dan biopori kombinasi. Biopori resapan air ditujukan untuk meningkatkan daya resap tanah terhadap air. Lubang yang dibuat memungkinkan air hujan masuk ke dalam tanah dengan cepat, sehingga mengurangi genangan dan memperbaiki kualitas air tanah. Biopori pengomposan, ditujukan untuk pengelolaan sampah organik. Sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah pertanian dimasukan ke dalam lubang untuk diubah menjadi kompos alami. Biopori kombinasi, jenis ini ditujukan sebagai lubang resapan air sekaligus tempat pengelolaan sampah organik. Biopori kombinasi ini sangat efektif digunakan di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang untuk pengelolaan sampah dan air hujan (Alatas, dkk, 2025).

SMK Yaspia merupakan salah satu lembaga pendidikan di Jakarta Selatan yang sudah menjalankan biopori pengomposan. Seluruh guru, karyawan, bahkan siswa-siswi SMK Yaspia diberikan bimbingan, pelatihan bahkan peringatan untuk senantiasa membuang sampah organik di lubang biopori. 

     

Lubang biopori sudah ditanam di beberapa titik di SMK Yaspia sekitar bulan Juni 2026 lalu. SMK Yaspia menggunakan pipa PVC berlubang atau penutup pipa di bagian atasnya. Lubang-lubang tersebut bertujuan agar sampah organik dapa terserap ke dalam tanah dan kemudian menjadi kompos. Adapun penutupnya bertujuan agar tidak memicu aroma bau sampah dan sarang lalat. 

     

Program tersebut sejalan dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber. Info dari Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta, sampah Jakarta mencapai 9.000 ton per-harinya (Jakarta.go.id). Oleh karena itu, pengelolaan sampah dari sumber perlu dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Alatas, beberapa manfaat adanya lubang biopori yaitu untuk mengurangi resiko banjir, meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi sampah organik, meningkatkan kualitas sumber air tanah, mengurangi emisi gas rumah kaca, mempertahankan keanekaragaman hayati dalam tanah. 

Dengan memasukkan sampah organik ke dalam tanah, SMK Yaspia mendapatkan kompos gratis yang akan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Tidak hanya manfaat itu, SMK Yaspia juga berperan aktif dalam mengurangi volume sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurut Alatas, sampah organik yang terurai di tempat terbuka menghasilkan gas matana yang berkontribusi dalam pemanasan global. Penggunaan biopori ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca karena proses dekompisisi terjadi dalam tanah (Alatas, 2025). Tidak hanya itu, organisme tanah seperti cacing, serangga, dan mikroba yang aktif dalam biopori berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah, sehingga meningkatkan kesehatan tanah dalam jangka panjang.

Biopori memberikan win-win solution. Ketika air hujan turun, lubang biopori mempercepat laju resapan air ke dalam tanah untuk mencegah genangan (drainase biologis). Di sisi lain, sampah organik yang telah lapuk secara bertahap berubah menjadi kompos matang kaya nutrisi yang dapat dipanen secara berkala untuk memupuk tanaman pekarangan.

Namun, tidak semua jenis sampah organik dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori. Seperti daging, tulang, minyak goreng atau lemak, kotoran hewan, dan tanaman berpenyakit merupakan jenis sampah organik yang tidak boleh dimasukkan ke dalam lubang biopori, karena dapat merusak fungsi resapan air dan menimbulkan bahaya kesehatan. Jenis sampah organik yang boleh dimasukkan ke dalam lubang biopori adalah seperti sisa-sisa sayuran, kulit buah-buahan, biji, dedaunan dan ranting, sisa makanan kering, ampas kopi atau teh, dan cangkang telur. Namun, khusus cangkang telur disarankan untuk dihancurkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan agar lebih cepat terurai dan menambah nutrisi kalsium pada tanah.

Selain itu, ada pula sampah yang tidak boleh dimasukkan ke dalam lubang biopori karena sama sekali tidak dapat terurai, yaitu sampah anorganik. Seperti sampah yang berbahan dasar plastik, kaca, logam, kertas, karet, dan kain.

Sumber :

Alatas Masrur, dkk. 2026. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Mengantisipasi Kekeringan dan Banjir Berbasis Komunitas, Get Press Indonesia, Padang.

Alatas, Masrur, dkk. 2025. Sampah Selesai di Rumah (Mengolah Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos), Get Press Indonesia, Padang.

Jakarta.go.id (Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta)

 

Penulis : Aisyah (XH3), Qothrun Nada, Syifa Nur Alifia

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Sabet Kejuaraan Tiga Tahun Berturut-Turut: Bukti Nyata SMK Yaspia Konsisten Ukir Prestasi dan Kebanggaan Berlipat

SMK Yaspia kembali meraih kejuaraan dalam perlombaan Tray Race Competition 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2026 lalu. Kejuaraan ini adalah kemenangan pertama di tahun ajaran

28/07/2026 13:41 - Oleh perpus - Dilihat 52 kali
Dari Asing jadi Bersanding: Keceriaan Siswa Baru Menjelajahi SMK Yaspia

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Yaspia berjalan dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta MPLS. MPLS dilaksanakan sejak tanggal 13 s/d 17 Juli 2026 d

22/07/2026 15:29 - Oleh perpus - Dilihat 64 kali
Siswa SMK Yaspia Rayakan Kelulusan, Siap Sambut Dunia Industri

Sejumlah 198 siswa kelas XII dilepas untuk ke depannya mampu menjadi seorang yang profesional di bidangnya. Senin pagi sekitar pukul 06.30, ratusan siswa, guru dan yayasan telah memadat

22/05/2026 14:07 - Oleh perpus - Dilihat 197 kali
ISU GENDER DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Gender Society True  The  Eyes of Islam)

Oleh : dr. Nafisa Tahira Seksualitas bukanlah hal yang tabu. Seksualitas merupakan pembahasan yang umum terjadi. Namun, pembahasan tersebut tidak untuk bahan candaan atau guyonan. Be

17/01/2026 06:10 - Oleh perpus - Dilihat 449 kali
Ukur Kognitif Siswa melalui Kegiatan ASASG

Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil (ASASG) merupakan salah satu metode evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang ada pada sebuah lembaga pendidikan. SMK Yaspia m

05/12/2025 12:25 - Oleh perpus - Dilihat 330 kali
Kolaborasi Tim Rohis dan Tim Pembinaan dalam Menciptakan Masjid yang Bersih dan Rapi

Dalam upaya menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam beribadah, para murid diamanatkan untuk membersihkan area masjid yang dilaksanakan pada setiap hari Jum'at. Kegiatan rutin in

28/11/2025 16:45 - Oleh perpus - Dilihat 570 kali
Pemilihan Ketua OSIS dan Rohis SMK Yaspia 2025 Digelar secara Online

OSIS merupakan organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah OSIS berperan sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, selain latihan kepemimpinan, extra kul

28/11/2025 16:15 - Oleh perpus - Dilihat 468 kali
SMK YASPIA GELAR AKSI DEBAT PEMILIHAN KETUA OSIS DAN ROHIS TAHUN 2025-2026

                             Debat Kandidat Ketua OSIS dan ROHIS SMK Yaspia Tahun 2025–2026 berlan

28/11/2025 16:13 - Oleh perpus - Dilihat 501 kali
Semarak Bulan Bahasa

Tampak berbeda dari biasanya, SMK Yaspia penuh dengan semarak para siswa. Tepat pada tanggal 20-21 Oktober 2025, SMK YASPIA mengadakan lomba bulan bahasa.   Menurut salah satu gu

12/11/2025 16:47 - Oleh perpus - Dilihat 314 kali
TIM PUBLIC AREA; CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH, RAPIH DAN INDAH DI SMK YASPIA

Lingkungan dan diri yang bersih merupakan salah satu bentuk iman seseorang. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda at thahuuru syathrul iimaan. Bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. T

10/11/2025 10:28 - Oleh perpus - Dilihat 389 kali